Dalam mihrab cinta

salam hangat sahabat shodiq punya blogspot  kali ini saya mempostingkan sebuah novel Dalam mihrab cinta, yang sudah terkenal. langsung aja sahabat baca saja ceritanya 

Siang itu pesantren al – furqon yang terletak didaerah pagu,Kediri, jawa timur. Pengurus bagian keamanan menyeret seorang santri yang dinyakini mencuri. Beberapa orang santri terus menghajar santri berambut gondrong itu. Santri itu mengaduh dan meminta ampun

Ampun, tolong jangan pukul saya. Saya tidak mencuri!” santri yang mukanya sudah berdarah – darah itu mengiba.
Ayo mengaku, kalau tidak kupecahkan kepalamu!” teriak seorang santri berkopiah hitam dengan wajah sangat geram. Sungguh, bukan saya pelakunya” si rambut gondrong itu tetap tidak mau mengaku. Bagian keamanan yang turut melayangkan pukulan, si rambut gondrong mengaduh lalu pingsan.
Menjelang ashar, sirambut gondorng siuman, ia dikunci digudang pesantren yang dijaga beberapa santri. Kedua tangan dan kakinya terikat. Air matanya meleleh, ia meratapi nasibnya. Seluruh tubuhnya sakit, ia merasakan kematian telah berada didepan mata.
Diluar gudang para santri ramai berkumpul, mereka meneriakkan kemarahan dan kegeraman 
“maling jangan diberi ampun!”
“ hajar maling gondrong itu sampai mampus”
“wong maling kok ngaku – ngaku santri. Ini kurang ajar. Tak bisa diampuni.
Ia menangis mendengar itu semua,sepuluh menit kemudian pintu gudang gerbang terbuka. Ia sangat ketakutan. Tanpa ia sadari ia kencing dicelana karena saking ketakutannya. para santri yag didera kemarahan meluap hendak menerobos masuk. Tapi lurah pondok menahan mereka dengan sekuat tenaga. Pak kiai,pengasuh pesantren masuk dengan wajah dingin………….

Untuk lebih jelasnya anda dapat membeli buku novel dalam mihrab cinta pada toko – toko buku terdekat.